Sejarah

Musyawarah Wilayah Pimpinan Muhammadiyah Kalimantan Selatan ke 25 yang diadakan di Nagara Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang berlangsung pada tanggal 15 – 17 April 1968 merupakan tonggak sejarah Rumah Sakit Islam Banjarmasin ditancapkan guna mengembangkan amal usaha persyarikatan.

Rumah Sakit Islam Banjarmasin awalnya merupakan sebuah klinik bersalin yang bernama “Klinik Bersalin Siti Khadijah”. Berdasarkan Akta Notaris Bachtiar tanggal 1 Maret 1972 Nomor: 1/1972 bahwa Rumah Sakit Islam Banjarmasin berada di bawah Yayasan Rumah Sakit Islam Banjarmasin dan pada tanggal 19 Agusutus 1972 diberi nama Rumah Sakit Islam Banjarmasin. Tahun 2005 Yayasan Rumah Sakit Islam Banjarmasin berakhir, dan langsung di bawah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Selatan.

Rumah Sakit Islam Banjarmasin terakhir mendapat izin dari Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin tertanggal 22 Januari 2018 nomor: 503/524/SIOT/RSUS-I/I-18/DISKES tentang Izin Operasional Tetap Rumah Sakit Umum Swasta Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin.  

Rumah Sakit Islam Banjarmasin telah terakreditasi tingkat “Perdana” oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) tertanggal 20 April 2017 dengan sertifikat akreditasi nomor: KARS-SERT/384/IV/2017.

Pada tanggal 04 Januari 2018 Rumah Sakit Islam Banjarmasin telah bekerjasama dan melakukan pelayanan terhadap pasien peserta BPJS Kesehatan dengan 4 (empat) pelayanan dasar yaitu Penyakit Dalam, Bedah Umum, Kandungan dan Kebidanan, dan Anak.